hallo

tadi saya sudah buat satu postingan. gagal diposting. mau buat lagi? nggaklah..

cuma, dengan postingan ini saya nyatakan kalau saya cinta nulis, nyatet. nyatet YES, nyantet NO.

Tok! Tok! Tok!

semuanya… tidak perlu tepuk tangan. terima kasih atas kesetiaannya.

Krik.. Krik..

Akhirnya dapet BUKU BARU

setelah muter-muter salemba, lirak-lirik buku sekaligus penjaga tokonya, akhirnya saya dapat juga. buku yang saya beli sok ilmiah gitu, judulnya Metodologi Penelitian. keren kan? hehe

tadinya ngga ada niatan buat beli buku ini, saya nyari bukunya A. S Laksana yang Judulnya Creative Writing. sayangnya ngga nemu. sampe nanya sama mba penjaga toko yang cantik itu, ngga nemu juga. ya udah, dari pada pulang tangan kosong. ambil buku yang ini aja.

lumayan, bisa buat referensi. dari buku ini saya jadi lebih kenal sama yang namanya penelitian. jadi kenal variabel, hipotesis, konstruk, konsep . macem-mace pokoknya.

ngomong-ngomong buku ini jadi keinget Sop Kudus?

dari tere liye

How to write?

Berapa kalimat yang bisa tersusun dalam menit-menit untuk menghasilkan satu tulisan. Misalnya kamu lama sekali melihat layar yang tidak terisi juga dengan tulisanmu. Lama menatap layar ternyata yang kamu tulis mudah sekali dan tidak seharusnya lama-lama menatap layar seperti itu.

Solusinya bagaimana?

Mungkin kamu bertanya demikian. Oke guys, untuk mempermudah pertanyaaan ini bayangkan saja kamu mendapatkan tugas harian dari bu guru. Tugas ini harus kamu kumpulkan besok artinya waktu kamu untuk menulis sangat terbatas hanya pada malam ini.

Tugas yang diberikan adalah membuat karangan tentang lingkungan. konten tulisan sudah tersusun jelas. Alur yang akan kamu tulis jelas. Bagaimana tulisan yang memuat konten tentang lingkungan. Kalau sudah jelas apa yang akan kamu tulis, kamu akan mudah sekali untuk menulis. Tangan kamu akan mengalir saja dengan mudah.

Dalam menulis, bedanya yang menugaskan adalah kamu sendiri. Kamu yang akan menulis konten tulisan kamu. Kontennya terserah. Kamu yang milih sendiri. Tapi perlu diingat seseorang tidak akan pernah bisa menulis kalau dia tidak pernah mau membaca

Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa

ha-na-ca-ra-ka

p1010140.png


Beberapa menit kemudian kelas dimulai.
Kayaknya ngajar kelas 1 SMP bakalan jadi living hell..
Baru masuk aja udah berisik banget.

‘Selamat siang, saya Dika,’ gue bilang ke kelas 1 SMP yang baru gue ajar ini. ‘Saya guru untuk pelajaran ini.’
‘Siang, Pak!’ kata anak cewek yang duduk di depan.
‘Jangan Pak. Kakak aja,’ kata gue sok imut. Gue lalu mengambil absensi dan menyebutkan nama mereka satu per satu.
‘Sukro,’ gue manggil.
‘Iya, Kak.’ Sukro menyahut.
‘Kamu kacang apa manusia?’
‘Hah? Maksudnya?’
Engga, abis namanya Sukro, kayak jenis kacang,’ kata gue, kalem. ‘Oke, kacang apa manusia?’
‘Ma-manusia, Kak.’
‘KURANG KERAS!’ Gue menyemangatinya.
‘MANUSIA, KAK!’

Satu kelas hening.

Lihat pos aslinya 357 kata lagi